KUNJUNGI WEBSITE RESMI CIANJUR NEWS (CN) DI WWW.CIANJURNEWS.COMIIKUTI DIKLAT BLOG UNTUK GURU YANG DILAKSANAKAN OLEH WSI KERJASAMA TELKOM DAN CBC, BERTEMPAT DI PT. TELKOM CIANJUR MULAI TANGGAL 6 APRIL S.D 28 MEI 2008 ,PENDAFTARAN GRATIS, DAFTAR KE : SMK ISLAMIYAH SAYANG JL. PROF. MOH YAMIN NO. 110 SAYANG CIANJUR KONTAK PERSON : 08156309231

CianjurNEWS(16/4) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur kecewa kepada Pemkab Cianjur yang kurang merespon pengajuan tambahan anggaran penyaluran logistik Pilgub Jabar senilai Rp172 juta dari APBD 2008 yang hingga kemarin tidak terwujud.

Kekecewaan itu dilontarkan Ketua KPUD Cianjur Choerul Anam yang mengancam akan mundur jika anggaran itu tidak segera dicairkan. "Saya sangat kecewa atas sikap Pemkab, khususnya Bagian Keuangan Setda, masa anggaran sebesar itu tidak bisa dicairkan, ini kan untuk kelancaran penyaluran logistik Pilgub Jabar," sesal Choerul kepada Radar, kemarin.

Choerul mengaku anggaran sebesar itu sangat dibutuhkan dan KPUD tidak bisa mengambil dari dana lain sebab aturan penggunaan anggaran cukup rumit dan harus seizin dari KPU Provinsi Jawa Barat. "Permintaan tambahan anggaran ke Pemkab itu untuk penyaluran logistik terutama ke wilayah Cianjur selatan karena secara ekonomis,membutuhkan dana cukup besar," paparnya.

Choerul menilai kebutuhan anggaran itu menyangkut ribuan orang yakni petugas yang mendistribusikan logistik dari PPK, PPS, dan TPS. Proses mengurus pencairan anggaran yang diusulkan itu sejak awal dan dari sisi kebijakan mulai tingkat Bupati, Sekretaris Daerah sudah tidak ada masalah.

"Masalahnya ada di tingkat teknis yaitu di Bagian Keuangan. Anggaran itu bukan berupa bantuan tapi sudah masuk APBD dan disahkan DPRD serta lengkap ada RKA. Tapi kenapa petugas teknis tidak bisa menentukan skala prioritas padahal KPU ini jelas salah satu institusi negara," tegasnya.

Pihaknya kemungkinan tidak akan mencairkan anggaran tersebut. Pasalnya hari H sesuai kebutuhan anggaran itu sudah terlewat. Apabila nantinya direalisasikan, pihaknya kesulitan dalam mendistribusikannya. "Bukan itu, saja, resikonya juga besar, kalau itu didistribusikan, kami khawatir tidak sampai sasaran," tegasnya.

0 komentar